Sinyalnya hampir putus, tanamannya harus segera di rawat Oleh : andi hidayat(promen)

 


Membersamai ikatan pelajar muhammadiyah tentunya tidak mudah. Ada ketidak sesuaian yang terjadi antara ekspetasi afiktif. Memang, semua harus kembali pada konsepsi awal perkaderan. Banyak kanal yang tercipta dari proses perkaderan tersebut. Tetapi, kita tidak cukup nalar untuk hanya sekedar membahas masalah teknikal. Yah, makanya semua harus di mulai dari adanya kesepemahaman konsep mengenai perkaderan. Dalam intens yang lebih jauh memahami konsepsi ikatan pelajar muhammadiyah. Memang dalam laga ini ikatan pelajar muhammadiyah di pandqng sebagai strategi karena masanya adalah kaum pelajar, golongan yang usianya masih belia dan dalam proses tumbuh kembang. Tetapi apa yang lebih indah dari pena yang kecil menulis marka peradaban?. Adakah keindahan indepensi remaja berumur belasan taun tersebut?.

Dengan dalil empirisme, perkaderan adalah proses yang beruntun menuju pusat pimpinan yanh tertinggi. Namun, tidakkah itu cita-cita dari kolosal?. Dengan mengamini dalil empirisme itu, sejenak melihat realita-rasio perkaderan ikatan pelajar muhammadiyah di area solokuro khususnya. Secara umum memang ini adalah kondisi di satu kecamatan solokuro. Generasi yang sekarang, masih memiliki dasar tanaman perkaderan yang baru di hatinya masing-masing. Tetapi di sepanjang 2021-2023 si kader agak menyusut rasio-realita. Perkaderan masih bernafas segar, perkaderan masih menegakkan dirinya. Tapi dalam konsentrasi ini kita juga subjek dan obyek yang akan terus membuat putaran perkaderan itu. Sepanjang 2021-2023 perkaderan di tingkatan MA/SMA terutama agak berkurang. Mungkin faktor pop culture yang mengafirmasi itu semua. Tetapi sejenak belajar akal-akalan perkaderan teman-teman di MA/SMA ini merupakan pioner di dalam organ ikatan. Jadi kegelisahan yang di katakan teman saya, mengenai krisis kader ipm di SMA. Itu bukanlah hal kewajaran apalagi keniscayaan. Itu merupakan segmen utopis yang harus memanggil jiwa perkaderan itu kembali.  

Sedikit saja meluruskan konteks perkaderan itu. Keterikatan elektoral pada perkaderan yang mana kader mts/smp, harus maju ke arena sma, kemudian sma-pr ipm desa, area ipm desa-pc ipm, dan seterusnya. Itu akan terbaca jelas krisis itu lebih masif. Namun itu akan di gagalkan dengan pandangan bahwa perkaderan adalah membentuk kualitas intergrity individu manusia. Jadi dalam konteks yang lebih membumi, manusia si kader-kader akan di bentuk dan harus membentuk diri kepada kualitas maksimal mengenai perkaderan. Seperti yang saya sepakati dengan beberapa teman kita, kita tidak akan membiarkan proses perkaderan itu mati. Namun, kita harus juga berani untuk berkualitas di tengah remaja-remaja mulai eksis popularitas.


Selamat membaca, dan berbuat baik para kader yang buaik hati.

Lamongan, 20 november 2023

Posting Komentar

0 Komentar